Analisis Pengaruh Pengajaran Tanggung Jawab Berdasarkan Terapi Kenyataan Dapat Mengurangi Penyerangan Siswa Perempuan Arak
Abstract
penelitian ini berfokus kepda pengajaran tanggung jawab berdasarkan pendekatan terapi kenyataan dapat mengurangi agresif pada remaja berumur 12 sampai 15 tahun . ini merupakan jenis penelitian semi experimen dengan menggunakan kelompok control and kelompok experimen. Sampel pada penelitian tersebut melibatkan semua murid perempuan di arak guidance schools. Pada penelitian ini 120 siswa dari gudance school telah di test oleh AGQ aggresion dengan methode quisionare dan metode cluster random sampling. Menurut hasil pre-test yang dilakukan, 20 siswa yang mendapatkan nilai dibawah standar diletakkan di grup experimen and 20 murid yang lain diletakkan diletakkan di grup kkontrol ari murid murid yang dipilih secara acak. Tanggung jawab diajarkan pada dasar terap kenyataan yang terdiri dari 8 sesi dari 80 menit. Kemampuan dan efek dari campur tangan yang ditaksir dan diabaikan efek dari pre-tet index statistik dari analisis kovarian yang digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa signifikansi dari 0/01 terdapat suatu perbedaan yang sangat berarti diantara kelompok experimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain, pengajaran tanggung jawab bisa mngurangi aggresion seperti (marah,pelanggaran,kebencian ) secara efektif.
Keyword : aggression, tanggung jawab, dan terapi kenyataan
Pendahuluan
Pada hari ini, kekerasan dan aggression merupakan hal sangat penting dan masalah besar serta menjadi krisis dunia di level yang berbeda danaspek yang berbeda pula; alsan utama dari berbagai penyerangan dan kebohongan anomali dengan berbagai bahasan. Bonica, yehova, arnold, fisher and zeljo (2003) menyatakan bahwa aggression merupakan salah satu jenis tindakan yang bertujuan untuk menyakiti dan melukai kehidupan orang lain yang mencoba untuk menghindari hal ini (baron richardson, 1994). Selama proses-proses manusia tumbuh dari anak-anak menjadi dewaasa,tindakan yang paling aggressif yang diperlihatkan pada masa remaja (walker and roberts, 2001) . banyak guru dan pelatih di berbagai sekolah percaya bahwa aggresif dan reaksi dari murid-murid yang tumbuh dengan pesat meningkat Dan masalh itu memerlukan kerjasama dari para guru, orang tua , dan muri-murid tersebut. Kita seharusnya mengatakn bahwa murid- murid diseluruh level menunjukkan berbagai jenis konflik seperti lemah dalam pengendalian dirinya , penyerangan secara fisik dan verbal. , kekerasan, serta niatan mereka (smith, lochma, dan daunic, 2005). Pada masa remaja ada banyak isu-isu yang muncul , mereka diliputi kebingugan , rendah diri, minder dan konsep diri yang negative yang menimbulkan marah dan penyerangan. . semua masalah tersebut mengalami aktivitas alami dan interaksi sosial (Ramazani, and disfani, 2001).
Alasan utama perhatian para peneliti berfokus kepada tindakan penyerangan karena itu merupakan efek yang tidak menyenangkan dalam berhubungan dengan orang lain dan menimbulkan hal-hal negative pada internal dan external diri mereka. Jika seseorang tidak mampu mengontrol tindakan penyerangan tersebut , ada dua hal negative yang akan kita peroleh; tidak hanya interaksi secara sosial, masalah kriminal, tidak hor mat pada orang lain, namun juga itu dapat menyebabkan masalh fisik seperti Timbulnya bisul pada perut, sakit kepala, dan depresi (ellirs, 1998, dilaporkan dari Zangane, 2009)
Seperti yang dilaporkan oleh Maleki dari farrington (2011) ketika para rremaja bertindak secara aggresif di usia muda mereka cenderung untuk lebih bertindak menyerang ketika merka tumbuh dewasa dan meningkatkankan untuk menyembuhkan tindakan ini. Lemahnya control dari agresi ini mneyebabkan masalah sosial, pekrjaan, pendidikan, kesehata, dan fisik serta penggunaan alkohol dak kecanduan narkoba , merokok,ketidak cocokan, kegagalan akademik, depresi, pelanggaran hukum, dan penyimpangan-peyimpangan yang lain pasa daat mremaja, mileki menambahkan. Dengan membantu mereka untuk belajar bagaimana cara mengnontrol kemarahan mereka , kita dapat menghentikan agression lebih baik (o’ lenic dan armann, 2005)
Pada saat ini,rintangan dalam masalh sosial dan budaya serta perkembangan technology, sekolah mulai menggunakan aturan aturan yang kritis dan penting dalam mmembentuk kharakter siswa. Salah satu isu penting penting yng meempunyai aturan penting dalam tindakan manusia dan semangat yang mereka punya itulah yang disebut dengan tanggung jawab. Manusia yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang efektif dan efisien, kemungkinan tindakan mreka dapat dikurangi (kordlo, 1387). Kepercayaan dasar tanggung jawab yang dipilih manusia dan mnusia harus mempunyai kejujuran dan kebebasan. Dalam teori gestalt tanggung jjawab berarti tergantung kepada kemampuan mereka ketika memilih (sharf, 1381)
Khodakabashi dan abedi (2009) menyebtukan bahwa Hawton (1989) mengatakan bahwa tanggung jawab dapat mengontrol emosi seperti marah, sehingga dia dapat mengontrol diri mereka sendiri, semua masalah dapat membuatnya menjadi orang yang qualified. Pengajaran tanggung jawab kepada anak-anak dan para remaja membuat mereka mengakui diri mereka sendiri dengan bertanggung jawab atas kesehatan, kesuksesan ,dan bersosialisasi dengan orang lain serta lngkungan (bahrani, malejian, dan abedi, 2004). Siswa memahami pentingnya pengendalian diri dan kemandirian, sehingga tanggung jawab mereka untuk belajar dan mengubah kepercayaan mereka yang negative dapat ditingkatkan (sahebi, 2010)
Glasse percaya bahwa para remja dan anak muda memilh bertindak agrresif dan kasar karena berfikir dengan bertindak seperti itu dapat membantu mereka mencapai tujuan mereka. . kenyataannya mereka tidak mau belajar untuk betindak tanggung jawab (sahebi, 2010).
Mastari farahani (2011) dalam penelitianya menunjukkan bahwa pengajaran tanggung jawab kepada anak-anak dengan menggunakan teori glasser mempunyai efek besar untuk mengurangi penyerangan mereka. Sahebi mengatakn bahwa alasan lain untuk menggunkan teory glasser mengaka mereka untuk bertanggung jawab; tanggung jawab berarti perseorangan, keluarga dan masyarakat, tanggung jawab merupakan kebutuhan kita, tanggung jawab kenutuhan keluargadan tanggung jawab untuk orang lain didalam masyarakat yang sama dengan kita dan mempunyai hak serta seharusnya memuaskan kebutuhan mereka (sahebi 2010)
Terapi kenyataan adalah jenis dari psikoterapi ; penggunaan teor ini para terapi mencoba u ntuk membantu setiap orang untuk menyelesaikan permasalahn mereka bedasarkan konsep kenyataan. Tanggung jawab, dan benar tau salahnya masalah tersebut dalam kehisupan merka (habibzade, 2005). Teori Kenyataan bertujuan menumbuhkan tanggung jawab dan menciptakan mengidentifikasi diri mereka ssendiri. Mereka seharusnya tahu tindakan slah mereka, mengakui itu dan membayar perhatian total serta tidak memberikan eksekusi dan mengabaikan tanggung jwab mereka. Dalam pendekatan teori ini, orang-orang dianjurkan untuk mentapkan waktu dan tujuan serta menebak jalan yang bisa menyelasaikan masalah mereka, merka seharusnya memilih metode yang paling efektif dari yang lainya dan perasaan yang lebih efektif terhadap masalah mereka. (shafiabadi, 2007)
Hasil Penelitian Motamedi dan ebadi menunjukkan keperayaan tidek beralasan mempunyai hubungan positif dengan agresi atau pennyerangan mennyebabkan banyak bahaya dalam perjalananya. Hariri (2007) menyimpulkan bahwa terdpat perbdaaan besar dan berarti diantara tanggung jawab para remaja dengan pelanggaran hukum dan tanggung jawab pada remaja normal.
Sohehyli (2008) menyatakan terdapat hubungan yang berarti antara tangung jawab dan perwujudan diri. Dengan kata lain, semakin orang bertanggung jawab semakin mereka bangkit untuk mewujudkan dir. Khodabakshi dan abedi (2009) dalam penelitiannya tentang metode untuk meningkatkan tanggung jawab menunjukkan efek yang efektif terehadap pengajaran tanggung jawab dengan mengugnakan terapi kenyataan pada anak laki-laki, perempuan dan yang lain (orang tua, guru, assasment). reshNO (2010) menyatakan bahwa pengajaran tanggung jawab berdsarkan terapi kenyataan menyebabkan pengurangan krisi identitas ada siswa peremmpuan di sekolah menengah shoosh. Dalam penetapan hasi penelitian ini, dia menytakan bahwa para murid wanita mempunyai kecenderungan rasa tanggung jawab yan lebih besar dan dapat meningkatkan kemampuan secara drmatik.
Mahdavi dan kawan-kawanya (2010) menekankan pada pentingnya tanggung jawab dengang menggunakan metode glasser memmpunyai efek yang sangat besar terhadap peningkatan secara umum, sosial, keluarga dan pendidikan harga diri kepada siswa laki-laki di sekolah menengah
Olink dan arman dalam penelitian mereka (2005) menunjukkan bahwa pembelajaran remaja yang diatur secara efektif dan cocok terhadap rasa marah mereka dapat mengurangi tindakan yang menyimpang mereka secara dramatis sehingga mereka sadar untuk meningkatkanya. Murid- murid ini tumbuh dengankonsep diri yang sehat dalam diri merka dan kemampuan mereka untuk membuat peningkatan dalam hubungan yang ppositif dan cocok dengan diri mereka.
Cobb, sample, dan johns (2006) dalam penugasan dan pnelitian hubungan terhadap tindakan secara campur tangan secara cognitif dan penyerangan fisik para remaja yang mempunyai gangguan, hyperaktif, dan tidak mempunyai kemampuan membaca yang telah direvisi 26 penelitian yang dilakukan di 791 remaja. Hasilnya menunjukkan hasil efektif terhadap campur tangan tindakan secara kognitif dam mengurangi penyerangan terhadp mereka semua.
Kim (2009) dalam laporan reshno (2010) yang telah melakukan penelitian pada pasien di schizophernia (15 orang dimasukkan dalam kelompok ekperiment 15 orang dimassukkan kedalam kelompok kontrol) di sala satu rumah sakit jiwa di korea seltan ; ia menyebutkan bahwa terapi realita menyebabkan perubahan positif pada kontrol internal , percaya diri, dan penekanan untuk menghadapinya.
Amestrong dan kawan-kawan (2005) menggunakan kelompok konsultasi dengan pendekatan terapi kenyataan untuk siswa yang mengalami masa pergolakan pada masa sekolah menengah ; hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa metodeini menyebabkan peningkatan besar sekitar 95% dalam tanggung jawab mereka, pendidikan yang lebih baik dan mengurangi krisis identitas.
Sekarang dengan penjelasan tentang aggression dan tanggung jawab, kita cendderung untuk melihat bahwa penjaran tanggung jawab dengan terapi kenyataan di sekolah menengah yang siswanya dalam masa pergolakan dapat mengurangi sikamp penyerangan para murid perempuan atau tidak ?
Hipothesis penelitian
1. Pengajaran tanggung jawab berdasrkan terapi kenyataan merupakan cara yang efektif untuk mengurangi sikap mmenyerang
2. Pengajaran tanggung jawab berdasrkan terapi kenyataan merupakan cara yang efektif untuk mengurangi sikap pemarah
3. Pengajaran tanggung jawab berdasrkan terapi kenyataan dapat mengurangi kecenderungan untuk membela oranglain (invasi ) secara efektif.
4. Pengajaran tanggung jawab berdasrkan terapi kenyataan merupakan cara yang efektif untuk mengurangi kebencian
Metode dan materi
Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen dan dilakukan dengan pre-test dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Populasi pada penelitian ini melibatkan seluruh siswa perempuan di sekolah menengah di arak pada tahun 1991-1992. Untuk menemukan sample dari penelitian ini , kita menggunakan metode cluster random sampling . untuk mencapai tujuan ini kita membagi semua murid didekolah tersebut menjadi dua kelompok dan dipilih secra acak menjdi kelompok eksperiment dan kelompok kontrol . setiap sekolah mempunyai dua tingkatan dan keduanya dipilih secara acak. Quisionare diberikn kepada 120 siswa. 20 0rang masuk kedalam yang mendapatkan nilai baik dan dimasukkan kedalam kelompok eksperiment, sedangkan 20 siswa yang dari 100 orag yang tersisa dimasukkan kedalam dilletakkan di kelompok kontrol dengan acak.
Instruments
Quisionare AGQ dari aggression digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat aggression dari populasi statistik. Quisionare tersebut di standarkan oleh Najjarian dan kawan-kawan (1996) untuk anak-anak dan allah yari untuk masa remaja. Najjarian mengkonfirmasi kredibilitas pertanyaan pad tahun 1996 sebanyak 85%. Quisionare AGQ terdiri dari 30 pertanyaan . dari semua pertanyaan 30 pertanyaan , 14 pertanyaan pertama megukur tingkat kemarahan, 8 pertanyaan kedua fokus kepada pelanggaran dan penghinaan serta dalam 8 pertanyaan terakhir fokus kepada “never”, “sometimes”, and “always” dan validitasnya 0, 1, 2, dan 3. Pertanyaan pada urutan ke 18 mempunya i arti yang negatif, sehingga itu menyebabkan down , total dari pertanyaan ihitung engan dari 0 sampai 9 0. Semakin siswa mendapatkan nilai yang rendah, emakin mereka masuk kedalam kelompok yang aggresif. Morid- murid tersebut diinformasikan bahwa tujuan dari penelitian ini, sebelum menjawab pertanyaan . untuk menjaga identitas para partisipant , pertanyaan tersebut diberikan kode, sehingga data yang dipresentasikan kepada orang lain menggunakankode mereka. Jika selama melengkapi pertanyaan terebut diangkat , kemudian peneliti menjelaskan kepada mereka. Pada quisionare ni, jka seseorang mendapaatkan lebih dari 4,5 maka dia termasuk orang yang aggresive.
Metode interferensi
Tanggung jawab yang diajarkan pada 8 sesi , setiap sesi diajarkan dalam 80 menit salama dua bulan. Sesi yang dilakukan selam setiap minggu menggunakan metode Glasser untuk grup eksperimen (sesi pertama pengenalan mendalam dan salam hangat yang berhubungan dengan percya diri antara kelompok kontrol dan ketua, sesi kedua; tujuan dari sesi ini menemukan gambar yang menyenangkan untuk para anggotanyadari seluruh dunia, menebak sikap mereka terhadap mereka dan mengetahui kebutuhan dasar disamping meningkatkan tindakan sadar mereka, sesi ketiga; konsentrasi pada kegiatan sehari-hari yang merujuk kepada pilihan mereka dan masa depan mereka, menjelaskan dan menetapkan arti dari tanggung jawab, sesi keempat; menganalisis ide mereka tentang agression dan menciptakan latar belakang yagn cocok untuk mereka untuk mengurngi itu, sesi kelima; mengembangkan ide kedalam grup yang mereka bertangung jawab atas agression tersebut, sesi keenam; mengajak para naggotanya untuk mempunyai hubunganyang baik kepada anggota keluarga mereka dan sesama, sesi ketujuh; menekankan kepda waktu sekarang dan bukan menerima eksekusi dan alasan, sesi kedelapan; meringkas dan lengulsng kembali sesi-sesi yang telah dilakukan). Grup kontrol tidak mempunyai program untuk pemulihan, dan hanya pre-test dan post-test. Dalam sesi pertama kita mempunyai ringkasan dati sesi terahir. Kemudian pekerjaan rumah yang diberikan, dan kemudian peneliti mengajarkan pelajaran baru dan memberikn pekerjaan rumah kepada para siswanya. Setelah pengajaran interferensi , post –test diberikan pada kelompok experimen dan kelompok kelompok kontrol.
Gambaran Hasil penelitian
Gambaran pnelitian penelitian pada penelitian ini melibatkab bebrapa index statistik seperti standar deviasi san rata-rata . semua variable itunjukkan pada tabel 1
Table 1- index statistik deskriptif variabel penelitin pad kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Jumlah siswa n= 20
Tabel pertama menunjukkan index inti pada pre-test di penelitian variabel yang mendekati dan itu menyatakan bahwa distribusi data tersebut normal.
Temuan dari hypothesis penelitian
Hypothesis pertama :
Tabel ke- 2 ringkasan dari kovarian satu arah untuk efek interferensi pada aggression dengan mengontrol variabel aggression di dalam pre-test
Temuan pada tabel kovarian satu arah yang merupakan variabel independen menunjukkan bahwa dengan menghilangkan tanda Aggression didalam pre-test sebagai satu variabel , efek utama pemulihan (prngajaran) pada post-test aggression marks sangat berarti. Seingga di hypothesis pertama iini telah disetujui dan valid. Faktor yang mewakili efek pengajaran tersebut menjelaskan 16% dari variasi aggression.
Hypothesis kedua ;
Tabel ke-3 ringkasan analisi dari tabel kovarian satu arah independen untuk efek interfernsi kemarahan dengan mengontrol kemarahan pada variabel di pre-test
Temuan tabel kovarian satu arah independen menunjukkan bahwa dengan menghilangkan efek marah di pre-test sabagai satu variabel. Efek utama dalam pengajaran pada post-test sangat berarti. Sehingga hipotesis kedua dikonfirmasi dan sudah valid. . faktor tersebut mewakili efek dari pengajran menjelaskan 13% dari variasi marah
Hypothesis ketiga ;
Tabel ke -4 ringkasan analisis tabel kovarian satu arah independen efek intereferensi pada pelanggaran dengan mengontrol variabel pelanggaran pada pre-test
Temuan tabel kovarian satu arah independen menunjukkan bahwa dengan pengahpausan invasion marks pada pre-test sebasai satu variabel , dan efek utama dari pengajran pada post-test invasion marks sangat berarti. Sehingga pada hypothesis ketiga kuat dan valid. . faktor yang mewakili efek pengajaran menjelaskan 30 % variasi invasi.
Hypothesis keempat :
Tabel ke-5 ringkasan analisis tabel kovarian satu arah independen efek interferensi kebencian dengan mengontrol variabel kebencian di pre-test
Efek dari penyembuhan kebencian pada post-test sangat berarti(sig= 0/0,1) . faktor tersebut mewakili bahwa efek penyembuhan menjelaskan 14% variansi kebencian.
Tabel ke-6 rata-rata variabel penelitian
Standard deviation
0/81
01-Mei
01-Mei
0/78
0/78
0/81
0/81
Tabel ke-6 mengilustrasikan bahwa rata-rata dari semua variable (aggression, anger, invasion dan hatred)pada kelompok ekperimen lebih kecil hasilnya daripada kelomppok kontrol; kenyataan ini membuktikan bahwa efek yang sangat berarti dari penyembuhan dalam mengurangi aggression dan semua kkomponen itu , anger, invasion, obstinacy and hatred.
Conclusion
Tujuan dari penelitian ini menaksir efek pengajaran tanggung jawab (dengan menggunakan mtode glasser) untuk mengurangi aggression pada siswa perempuan . hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan pengajaran tanggung jawab dalammengurangi aggression dan menegaskan hypothesis penelitian.
Marah adalah bagian dari karakter alami manusia dan pada kenyataanya setiap orang mengalami hal itu pada diri mereka sendiri. Tetapi hal ini dapat dipecahkan dan diindikasikanmenjadi beberapa level pada orang yang berbeda. Tanggung jawab dan pengakuan secara personal mempunyai aturan penting untuk mencegah atau mengurangi penyimpangan sosial , masalah kejiwaan dan personal. Sehingga kita dapat menegaskan bahwa menurut nilai penting pengajran tanggung jawab dengan mencegah mencegah dan meningkatkan kesehatan jiwa, lemahnya kemampuan ini menyebabkan validitas seseorang.
Pengajaran kemampuan ini memberikan anak-anak dan remaja perasaan epuasan, kemampuan efektif, penaklukan masalah atau kegagalan dan meningkatkan ras percaya diri, kemampuan utnutk merencanakan target dan engubah tindakan untuk menyikapi kegagalan berdsarkan masalah yang dihadapi. Kodakhabashi dan abedi (2009) yang beasal dari statement hawton (1989) bahwa tanggung jawab dapat mengontrol perasaan negative mereka seperti, marah, , dia dapat mengontrol dirinya sendiri dengan sosialisasi dan passion; semuanya memberikan lebih efisien kepada manusia.
Dalam penjelasan temuan ita dapat menyampaikan bahwa siswa mempunyaibagin dalam tangung jawab dengan metode glasser dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mereka; kemudaian kelompok ekperimen mempunyai perbedaan secara signifikan dengan kelompok kontrol dalam mengurangi aggression. Kita dapat mengatakan bahwa semua efek pengajaran itu mempunyai efek yang positif dan berarti. Dalam program pengajaran metode glasser, semua mempunyai perbedaan pada personal, sosial, dan keluarga. Sejak program ini dilakukan dengan workshop dan praktek semua partisipn mempunyai sikap yang aktif dan meningkatkan program secara efektif,
Program Pengajaran tanggung jawab fokus kepada cognitive-conduct skills dan mengembangkan hubungan dengan orang lain. Tanggung jawab melengkapi masalah yang lain. Itu menyebabkan pertahanan diri, meningkatkan sikap hidup, dan dikap-sikap ketebukaan dalam mengontrol hidup dan membuat hubunganyang baik dengan oranglain dan lingkungan.
Mastari farahani (2011) dalam penelitianya menunjukkan bahwa pengajaran tanggung jawab kepada anak-anak dengan menggunakan teori glasser mempunyai efek besar untuk mengurangi penyerangan mereka. Hariri (2007) menyimpulkan bahwa terdpat perbdaaan besar dan berarti diantara tanggung jawab para remaja dengan pelanggaran hukum dan tanggung jawab pada remaja normal. . Khodabakshi dan abedi (2009) dalam penelitiannya tentang metode untuk meningkatkan tanggung jawab menunjukkan efek yang efektif terehadap pengajaran tanggung jawab dengan mengugnakan terapi kenyataan pada anak laki-laki, perempuan dan yang lain (orang tua, guru, assasment). reshNO (2010) menyatakan bahwa pengajaran tanggung jawab berdsarkan terapi kenyataan menyebabkan pengurangan krisi identitas ada siswa peremmpuan di sekolah menengah shoosh. Dalam penetapan hasi penelitian ini, dia menytakan bahwa para murid wanita mempunyai kecenderungan rasa tanggung jawab yan lebih besar dan dapat meningkatkan kemampuan secara drmatik.Mahdavi dan kawan-kawanya (2010) menekankan pada pentingnya tanggung jawab dengang menggunakan metode glasser memmpunyai efek yang sangat besar terhadap peningkatan secara umum, sosial, keluarga dan pendidikan harga diri kepada siswa laki-laki di sekolah menengah Olink dan arman dalam penelitian mereka (2005) menunjukkan bahwa pembelajaran remaja yang diatur secara efektif dan cocok terhadap rasa marah mereka dapat mengurangi tindakan yang menyimpang mereka secara dramatis sehingga mereka sadar untuk meningkatkanya. Murid- murid ini tumbuh dengankonsep diri yang sehat dalam diri merka dan kemampuan mereka untuk membuat peningkatan dalam hubungan yang ppositif dan cocok dengan diri mereka. Kim (2009) dalam laporan reshno (2010) yang telah melakukan penelitian pada pasien di schizophernia (15 orang dimasukkan dalam kelompok ekperiment 15 orang dimassukkan kedalam kelompok kontrol) di sala satu rumah sakit jiwa di korea seltan ; ia menyebutkan bahwa terapi realita menyebabkan perubahan positif pada kontrol internal , percaya diri, dan penekanan untuk menghadapinya. Amestrong dan kawan-kawan (2005) menggunakan kelompok konsultasi dengan pendekatan terapi kenyataan untuk siswa yang mengalami masa pergolakan pada masa sekolah menengah ; hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa metodeini menyebabkan peningkatan besar sekitar 95% dalam tanggung jawab mereka, pendidikan yang lebih baik dan mengurangi krisis identitas.
1. Sejak tanggung jawab menjadi salah satu dasar pilar efektif terhadap hubungan sosial dan berpengaruh pada hidup kita secara langssung, pengajaran tanggung jawab dari masa anak-anak disamping mengajrakan skills seperti jalan dan berbicara sangat membantu dan bermanfaat . itu merupakan pengajran yang diperlukan.
2. Makna dan konsep dari terapi kenytaaan sebagai salah satu hal yang bisa diaplikasikan dari tori psikoterapi dankonsultasi disekolah seharusnya daiajrkan , sehingga mereka bisa mengambil langkah senjutnya untuk meningkatkan kesehatan pskologi dan pendidikan mereka. Seperti yang dilaporkan Willian glasser untuk mengurangi kegagalan disekolah.
3. Keluarga sebagai model pelatihan untuk anak seharusnyabekerja sama dengan pihak sekolah untuk melakukan pengajaran dan konsultasi pada wokshop tanggung jawab yang diadakan.
4. Populasi sampel statistik pada penelitian ini melibatkan 40 orang . ini disarankan untuk melakukan penelitian yang sama dengan menggunakan sampel yang lebih besar populasinya.
Referensi
[1] Armstrong, G. D., Henson, T. K. & Savage¸ V.T.(2005).Teaching today: An Introduction to education.
[2] Bahrami, F., Maleki, H., Abedi, MR (2004). Journal doctrine; No. 17.
[3] Baron, R.A., & Richardson, D.R. (1994). Human aggression. New York: Plenum Press. p 7.
[4] Bonica, C., Yehova, K., Arnold , D. H., fisher, D. H., & Zeljo, A. (2003). Social Development, 12, 551-561
[5] Cobb, B., Sample, P. L., Alwell, M., & Johns, N. R.(2006). Remedial and Special Education, 27, 259-271.
[6] Habibzadeh, Abbas. (2005). Journal Breeding and training; June. No. 39.
[7] Hariri, F. (2007). Comparison of guilt, responsibility and social maturity among offenders and non-offenders
juvenile in Ahwaz. Master Thesis General Psychology, Islamic Azad University of Ahvaz.
[8] Haghayegh, A.; Arizi, H.R (2009). relation between the type of aggression based onKaren Horney's theory and
positive and negative behaviors and the occurrence of traffic accidents. Iranian Journal of Psychiatry and Clinical
Psychology.
[9] Khodabakhshi, M.., Abedi, M. R. (2009). Analyzing the Methods of increasing responsibility in Shahrreza
school students in the 84-85 school year. Psychological Studies of Alzahra university, faculty of Psychology and
Educational Sciences. Volume 5. Number 1.
[10] Kordlu, Manijeh (2008). Analyzing the Factors affecting on responsibility of middl school students at home and
school. Journal of School growth, No. 13.
[11] Mac Kumyz, B.; Pope, J. (2005). Develop motivation in students. Translated by S.Ebrahimi Ghavam. Tehran:
Roshd.
[12] Mahdavi, E.; Enayati, M.; Nysy, A. (2010). Journal of New findings in the Psychology, Winter2008. 3 (9).
[
13] Maleki, S., Fallahi Khoshknab, M., Rahguy, A.; Rahgozar, M. (2011). Iranian Journal of Nursing, 24(69).
[14] Masteri Farahani, Yasser (2011). Analyzing the effect of Teaching Responsibility on the basis of Reality
therapy on reducing the Aggression in Saveh male students. Master's thesis, University of Allameh Tabatabai.
[15] - Mo'tamedin, M., Ebadi, GH (2007). Journal of Research in Educational Sciences, No. IV.
- O’Lenic, Carolyn, & Arman, J. F. (2005). Anger management for adolescents: A creative group counseling
approach. In G. R. Walz & R. K. Yep (Eds.), VISTAS:Compelling perspectives on counseling, 2005 (pp. 55-58).
Alexandria, VA: American Counseling Association.
[16] Ramazani Dysefany, A. (2001). Analyzing the efficacy of Teaching Responsibility by Glasser method on the
students' identity crisis. MA thesis, University ofIsfahan, faculty of Psychology and Educational Sciences.
[17] Rashnu, M. (2010). Analyzing the effect of Teaching Responsibility on the basis of Reality therapy on reducing
the students' identity crisis. Master's thesis, Azad University of Khuzestan.
[18] Sahebi, A. (2010). Journal of School Counselor growth, Volume VI. No. 2.
[19] Shafi Abadi, A.; Naseri, G. (2007). Theories of Counseling and Psychotherapy, Tehran, University Publication
Center.
- Sharf, R (1996). Theories of psychotherapy and counseling. Newyork: International Thomson pub.
[20] - Smith, Stephen W., Lochman, John E., Daunic, Ann P. (2005). Behavioral Disorders, 30 (3), 227–240
[21] Soheili, H. (2008). The relationship of self- prosperous and responsibility, altitude of creativity and knack
among graduate students of the Science and Research Branch of the Islamic Azad University. Master's Thesis,
Islamic Azad University, Ahvaz, Iran.
[22] Walker, C.E. & Roberts, M.D. (Eds.) (2001). Handbook of clinical child psychology. (3rd ed). New York:
Wiley.
[23] Zangene, Sareh (2009). Journal of New findings in psychology,Spring 2010(5) (14).
No comments:
Post a Comment